Ingin Mengawasi Usaha dan Berhemat? Mulailah dengan Sistem

Pengawasan dan penghematan sering dikejar dengan cara terpisah, padahal keduanya berakar pada hal yang sama: catatan usaha yang bisa dilihat kapan saja.

TI Tim PT Ventamedia Teknologi Indonesia 5 menit baca 3 pembaca
Pemilik usaha memantau grafik penjualan dan pengeluaran di laptop
Pemilik usaha memantau grafik penjualan dan pengeluaran di laptop

Banyak pemilik usaha kecil punya dua keinginan yang terdengar berbeda. Yang pertama: tahu apa yang sebenarnya terjadi di usahanya, terutama saat ia tidak ada di tempat. Yang kedua: berhenti kehilangan uang untuk hal-hal yang tidak jelas ke mana perginya.

Biasanya keduanya dikejar dengan cara yang terpisah. Untuk mengawasi, pemilik lebih sering datang ke toko, menelepon karyawan, atau memasang kamera. Untuk berhemat, ia memangkas belanja, menunda pembelian, atau menawar lebih keras ke supplier.

Dari yang kami temui di lapangan, kedua masalah itu sering berakar pada hal yang sama: tidak ada catatan yang bisa dilihat kapan saja, oleh orang yang tepat, tanpa harus bertanya dulu. Itulah alasan mulai memakai sistem sering menjadi langkah yang menyelesaikan keduanya sekaligus.

Mengawasi tanpa sistem berarti mengawasi dengan kehadiran

Tanpa catatan yang tertata, satu-satunya cara mengetahui keadaan usaha adalah dengan hadir. Anda melihat sendiri berapa pelanggan yang datang, mengecek sendiri sisa stok, dan menghitung sendiri uang di laci.

Masalahnya, kehadiran punya batas. Anda tidak bisa berada di dua cabang sekaligus, dan Anda tidak bisa menjaga toko sambil belanja bahan atau mengurus keluarga. Begitu Anda pergi, yang tersisa hanya laporan lisan: "Hari ini ramai, Pak," atau "Stoknya masih ada, Bu."

Laporan seperti itu bukan berarti bohong. Hanya saja, ia tidak bisa diperiksa. Dan sesuatu yang tidak bisa diperiksa sebenarnya belum benar-benar diawasi.

Kamera memang membantu melihat apa yang terjadi di depan kasir. Tetapi kamera tidak bisa memberi tahu apakah barang yang keluar sudah dikurangi dari stok, atau apakah transaksi yang dibatalkan memang dikembalikan uangnya. Untuk itu, Anda butuh catatan, bukan rekaman.

Kebocoran kecil yang tidak pernah terlihat

Sekarang lihat sisi penghematan. Pemilik usaha yang ingin berhemat biasanya fokus pada pengeluaran besar: sewa, gaji, pembelian stok dalam jumlah banyak. Padahal yang paling sering menggerus margin justru pengeluaran yang kecil dan berulang.

Beberapa contoh yang sering kami jumpai:

  • Bahan atau barang yang dibeli ulang karena tidak ada yang tahu stok lamanya masih ada.
  • Barang kedaluwarsa atau rusak yang baru ketahuan saat sudah tidak bisa dijual.
  • Diskon dan harga khusus yang diberikan tanpa dicatat, sehingga tidak pernah dihitung pengaruhnya.
  • Pengeluaran kecil dari kas yang tidak ada notanya, seperti yang kami bahas di artikel pengeluaran kecil tanpa nota.

Tidak satu pun dari contoh di atas terasa besar kalau dilihat satu per satu. Tetapi karena terjadi terus-menerus dan tidak tercatat, jumlahnya tidak pernah muncul di mana pun. Anda hanya merasakan akibatnya di akhir bulan: penjualan terasa lumayan, tetapi sisa uangnya tidak sebanyak yang diharapkan.

Anda tidak bisa menghemat sesuatu yang tidak bisa Anda lihat.

Satu catatan, dua manfaat

Di sinilah keduanya bertemu. Ketika setiap penjualan, pembelian, pemakaian stok, dan pengeluaran dicatat di satu tempat, dua hal terjadi bersamaan.

Pengawasan menjadi tidak bergantung pada kehadiran. Anda bisa membuka ringkasan penjualan hari ini dari rumah, melihat transaksi apa saja yang dibatalkan, dan mengetahui siapa yang mencatatnya. Pertanyaan ke karyawan berubah dari "tadi ramai tidak?" menjadi pertanyaan yang lebih spesifik, karena Anda sudah melihat datanya lebih dulu.

Penghematan menjadi keputusan, bukan tebakan. Anda bisa melihat barang mana yang jarang terjual sebelum memesan lagi, bahan mana yang pemakaiannya tidak wajar dibandingkan penjualannya, dan pengeluaran mana yang berulang setiap minggu. Yang dipangkas adalah yang memang bocor, bukan sekadar yang paling mudah dipotong.

Perlu ditekankan, sistem tidak otomatis membuat usaha hemat. Ia hanya membuat kebocoran terlihat. Keputusan untuk menutupnya tetap ada di tangan Anda. Bedanya, sekarang keputusan itu diambil berdasarkan catatan, bukan perasaan.

Pengawasan yang tidak membuat karyawan merasa dicurigai

Ada kekhawatiran yang wajar: apakah memakai sistem berarti tidak percaya pada karyawan? Dalam pengalaman kami, yang terjadi justru sebaliknya.

Tanpa catatan, setiap selisih memancing kecurigaan, dan sering kali yang dicurigai adalah orang yang terakhir bertugas. Dengan catatan yang jelas, selisih bisa ditelusuri ke langkah yang sebenarnya bermasalah. Karyawan yang bekerja dengan benar justru terlindungi, karena pekerjaannya tercatat.

Sistem juga memungkinkan setiap orang hanya melihat dan mengubah bagian yang menjadi tugasnya. Kasir mencatat penjualan, bagian gudang mencatat barang masuk, dan pemilik melihat semuanya. Pengawasan berjalan lewat alur kerja, bukan lewat tatapan.

Kapan sistem belum terlalu diperlukan

Supaya adil, tidak semua usaha perlu langsung beralih. Kalau Anda menjalankan usaha seorang diri, jumlah barangnya sedikit, dan Anda hampir selalu ada di tempat, buku catatan yang rapi mungkin masih cukup.

Tanda bahwa sudah waktunya mempertimbangkan sistem biasanya muncul dalam bentuk seperti ini:

  1. Anda mulai mengandalkan orang lain untuk menjaga usaha atau memegang uang.
  2. Anda sering merasa penjualan bagus, tetapi sisa uang tidak sesuai harapan.
  3. Anda tidak bisa menjawab berapa stok barang tertentu tanpa mengeceknya langsung.
  4. Anda ragu meninggalkan usaha beberapa hari, seperti yang kami bahas di artikel kalau Anda libur seminggu.

Kalau dua atau lebih dari tanda di atas terasa akrab, besar kemungkinan pengawasan dan penghematan yang Anda cari sedang menunggu hal yang sama: catatan yang tertata.

Mulai dari yang paling sering bocor

Memulai tidak harus berarti memindahkan semua hal sekaligus. Pilih satu bagian yang paling sering menimbulkan pertanyaan, entah itu kas harian, stok, atau pesanan, lalu catat bagian itu dengan disiplin di sistem selama beberapa minggu. Begitu hasilnya terasa, bagian lain bisa menyusul.

Kami menyediakan sistem siap pakai untuk berbagai jenis usaha, dari warung, apotek, dan toko bangunan sampai laundry, bengkel, dan restoran. Anda bisa melihat mana yang paling sesuai dengan usaha Anda di halaman produk kami.

Bagikan artikel ini
Mulai Sekarang

Siap Melihat Sistem Kami Bekerja untuk Usaha Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda, dan tim kami akan menghubungi Anda melalui WhatsApp untuk menjadwalkan demo layanan secara gratis.

Dengan mengirim form ini, Anda akan diarahkan ke WhatsApp resmi kami.